Pasar Dibanjiri Produk Impor Ilegal, Pemerintah Harus Segera BergerakĀ 

indonesiasatu, 16 Dec 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Produk import masih banyak di perjual belikan di pasaran tanah air. Harga yang murah dan kualitas barang bagus menjadikan barang produk import selalu menjadi daya tarik para pedagang untuk mencari keuntungan dalam berbisnis.

Produk impor terutama tekstil dari Tiongkok (China) ini menjadi salah satu penghambat para pengusaha usaha mikro kecil menengah (UMKM) di dalam negeri untuk berkembang bahkan banyak industri UMKM yang mengalami kerugian sampai gulung tikar.

Untuk hal itu pemerintah diharapkan lebih memperhatikan nasib para UMKM dalam negeri agar lebih bisa meningkatkan pendapatannya. Karena yang mengalami kerugian bukan hanya si pengusaha UMKM, tetapi tenaga kerja (karyawan) yang selama ini ikut mengandalkan pendapatan dari UMKM tersebut banyak yang menderita karena adanya pengurangan tenaga kerja.

H. Amiruddin selaku Pemerhati Barang Impor Indonesia (PBII) merasa prihatin dengan serbuan produk tekstil impor, padahal kualitas produk di dalam negeri tidak kalah dengan mereka (impor,red). Harusnya pemerintah bisa lebih memperhatikan keluhan UMKM dalam negeri yang hidupnya mengandalkan produk yang dihasilkannya tersebut.

"Produk impor yang membanjiri Indonesia khususnya DKI Jakarta bukanlah dongeng belaka, karena kami telah turun langsung ke lapangan untuk mengecek keberadaan produk tekstil tersebut. Salah satu produk tekstil yang kami temukan berada di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara dimana di salah blok bagaikan surganya barang impor dari Tiongkok," ujarnya saat ditemui di kawasan daerah Senen, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Di kawasan tersebut, lanjut Amiruddin, harga 1 stell baju anak bahan kaos dijual hanya Rp 37.000, celana leging anak Rp 28.000 (minimal pembelian 1 kodi), celana anak motif dengan bahan kartun Rp 35.000 (minimal pembelian 1 lusin bisa diambil beda ukuran), baju kaos anak 1 lusin 3 warna kisaran Rp 300.000 - Rp 400.000, baju  dress  3 model Rp 36.000 (minimal 1 lusin), dan baju dress anak bahan kaos Rp 30.000 (minimal 1 kodi).

"Dengan harga jual yang murah dan kualitas cukup bagus, sudah tentu para UMKM kita gelisah. Apalagi ada indikasi bahwa produk tekstil impor dari Tiongkok tidak memiliki izin dan dan membayar pajak pemerintah sehingga negara bisa dirugikan atas hal tersebut," katanya.

Toko-toko dikawasan tersebut banyak terlihat kosong tetapi begitu karyawan mereka membuka kolindor ternyata di dalamnya terdapat stok-stok pakaian mereka dan terkesan gudang kecil untuk menyimpan pakaian-pakain mereka, ungkapnya.

"Saya berharap pemerintah harus segera bergerak mengatasi produk-produk impor yang ilegal agar UMKM dalam negeri bisa dilindungi. Jika tidak maka akan sangat berdampak terhadap kemajuan ekonomi di Indonesia," harap Amiruddin.

"Meskipun beberapa waktu lalu Pak Presiden Jokowi telah memberikan statement untuk membatasi produk impor, akan tetapi hal tersebut belumlah cukup karena di lapangan produk impor masih membanjiri pasar dalam negeri. Saya ingin agar Pak Presiden menindak jika ada oknum-oknum yang bermain di dalam pelolosan impor ilegal tersebut," tegas Amiruddin yang juga salah satu relawan Jokowi sejak periode pertama. (Rika Fitri)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu